Meskipun komitmen kebijakan terus meningkat, inklusi disabilitas di Indonesia masih menghadapi tantangan implementasi yang signifikan. Menjembatani kesenjangan antara regulasi dan praktik tetap menjadi prioritas utama bagi lembaga pendidikan tinggi.
Baru-baru ini, kami menyelenggarakan lokakarya pelatihan inklusi disabilitas pertama kami di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), yang dihadiri oleh pimpinan universitas, staf, dan mahasiswa. Bersama-sama, kami mendiskusikan hambatan inklusi, model sosial disabilitas, bias tak sadar, serta intervensi praktis untuk menciptakan lingkungan kampus yang lebih aksesibel dan inklusif.
Lokakarya ini memicu percakapan penting tentang bagaimana melampaui sekadar kepatuhan menuju inklusi yang bermakna bagi mahasiswa dan staf penyandang disabilitas.
Tertarik dengan materi pelatihan kami? Kami menyediakan sumber daya ini secara gratis untuk mendukung inklusi disabilitas di seluruh pendidikan tinggi dan di luarnya. Materi yang tersedia meliputi:
Slide presentasi:
Hari 1: Inklusi disabilitas untuk pimpinan dan staf universitas (Bahasa Inggris dan Indonesia)
Hari 2: Membangun kampus inklusif untuk semua (Bahasa Inggris dan Indonesia)
Kerangka kerja BOND: (Bahasa Inggris dan Indonesia)
Perangkat SAHABAT-ID:
Dari Hambatan Menuju Rasa Memiliki – Kerangka Kerja untuk Inklusi Disabilitas di Pendidikan Tinggi Indonesia