Rochman Taufiq Nur Singgih

Bisakah Anda memperkenalkan diri dan menyampaikan bidang studi Anda di universitas?

Assalamualaikum Wr. Wb. Nama saya Rochman Taufiqqur Singgih. Saya adalah mahasiswa Universitas Negeri Surabaya angkatan 2022. Usia saya 32 tahun dan saya mengambil jurusan Pendidikan Luar Biasa. Saya juga merupakan atlet yang mewakili Provinsi Jawa Timur.

Bisakah Anda menjelaskan keterbatasan yang Anda miliki?

Saya memiliki disabilitas fisik yaitu cerebral palsy yang disebabkan oleh kerusakan saraf di otak. Kondisi ini menyebabkan kejang otot dan gangguan gerak.

Apa yang menginspirasi Anda memilih bidang studi ini?

Saya memilih bidang studi ini karena ingin memperdalam pengetahuan tentang anak-anak penyandang disabilitas, khususnya di sekolah inklusi dan sekolah luar biasa. Pendidikan seharusnya memberikan kesempatan belajar yang setara. Perbedaan antara sekolah inklusi dan sekolah luar biasa biasanya terletak pada proses pembelajarannya. Di sekolah inklusi, siswa umumnya diperlakukan sama dengan penyesuaian yang diperlukan, sedangkan di sekolah luar biasa kurikulumnya sering dimodifikasi sesuai kebutuhan siswa.

Dapatkah Anda menceritakan pengalaman Anda berkuliah sebagai penyandang disabilitas?

Sebagai mahasiswa penyandang disabilitas, saya pernah menjadi relawan mengajar di sekolah luar biasa di Singapura. Saya terlibat di bagian pembelajaran dan mendapatkan pengalaman mengajar yang sangat berharga. Koordinasi dan kerja sama tim di sana sangat baik, dan pengalaman tersebut membantu saya berkembang baik secara pribadi maupun profesional.

Dapatkah Anda berbagi momen positif ketika Anda merasa benar-benar didukung atau diikutsertakan?

Saat proses pembelajaran, teman-teman sering memberikan masukan yang membangun dan apresiasi kepada saya. Dukungan mereka memudahkan saya untuk berpartisipasi aktif dalam program bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Dukungan tersebut membuat saya merasa diterima dan dihargai.

Apa pencapaian terbesar Anda dan mengapa?

Salah satu pencapaian terbesar saya adalah pada tahun 2016 ketika saya meraih juara tiga tingkat nasional. Saya juga beberapa kali meraih juara satu dan dua tingkat provinsi. Pada tahun 2021 dan 2022 saya kembali meraih juara satu dan dua tingkat provinsi, dan pada tahun 2024 saya meraih juara satu lagi. Tahun 2016 saya bertanding dalam sepak bola CP (Cerebral Palsy). Pada tahun 2019 saya beralih ke cabang atletik dan terus berkompetisi hingga tahun 2024. Prestasi ini sangat berarti karena mencerminkan ketekunan dan dedikasi saya.

Kekuatan atau strategi pribadi apa yang membantu Anda menghadapi tantangan dalam kehidupan kampus?

Ketika menghadapi kesulitan atau merasa tertekan, saya biasanya berlari. Olahraga membantu saya meredakan stres dan kejenuhan akibat perkuliahan yang menuntut. Tetap aktif secara fisik memperkuat tubuh sekaligus pikiran saya.

Siapa atau apa yang paling berperan dalam mendukung perjalanan Anda?

Orang tua saya adalah pihak yang paling besar perannya dalam mendukung saya. Mereka mendukung saya dengan sepenuh hati. Tanpa dorongan dan doa dari mereka, saya tidak akan sampai sejauh ini.

Perubahan apa yang dapat membuat universitas lebih aksesibel dan inklusif bagi penyandang disabilitas?

Aksesibilitas sangat penting bagi penyandang disabilitas. Universitas seharusnya menyediakan jalur yang ramah disabilitas, guiding block untuk tunanetra, lift atau eskalator, serta fasilitas pendukung lainnya. Infrastruktur yang memadai akan menjamin akses dan partisipasi yang setara bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

Apa saran Anda bagi mahasiswa penyandang disabilitas yang akan memasuki pendidikan tinggi?

Jangan malu dan jangan mudah menyerah. Di balik setiap proses ada hasil yang berharga. Tidak ada yang instan, tetapi dengan ketekunan dan usaha, keberhasilan akan mengikuti.