Siapakah Kami?

Sahabat-ID adalah proyek penelitian antara Universitas Cardiff (Inggris), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (Indonesia), dan Edinburgh Napier (Inggris), yang didanai oleh British Council melalui Program Kemitraan Going Global. Proyek ini menggabungkan model sosial disabilitas dan penceritaan berbasis seni untuk mengeksplorasi pengalaman hidup mahasiswa dan staf penyandang disabilitas di pendidikan tinggi Indonesia.

Tim proyek melibatkan mahasiswa, pendidik, dan advokat penyandang disabilitas dan non-disabilitas yang memiliki satu visi: untuk mengubah pendidikan tinggi menjadi ruang yang lebih inklusif, adil, dan memberdayakan bagi penyandang disabilitas.

Pendekatan Kami

  • Langkah 1: Mengidentifikasi Hambatan: Berkolaborasi dengan mahasiswa dan staf untuk memetakan hambatan psikososial, emosional, dan sosio-ekonomi interseksional dalam penelitian dan pendidikan tinggi.
  • Langkah 2: Memperkuat Suara: Menggunakan penceritaan berbasis seni dan narasi visual untuk memberikan bukti realitas kehidupan.
  • Langkah 3: Mendorong Perubahan: Bersama-sama menghasilkan perangkat praktis, program pelatihan, dan lokakarya yang memberdayakan individu dan mendorong reformasi institusional sistemik.

Tim Kami

Dr Zoe Lee adalah Reader (Associate Professor) di bidang Pemasaran di Cardiff Business School, Cardiff University, sekaligus pemimpin proyek ini.

Ia memiliki minat pada branding yang inklusif dan bertanggung jawab, khususnya terkait representasi penyandang disabilitas dan penggunaan AI secara etis. Penelitiannya menelusuri bagaimana merek dapat mendorong perubahan sosial melalui komunikasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Riset ini mendukung Proyek Inklusi Disabilitas dengan membantu organisasi merepresentasikan penyandang disabilitas dengan lebih baik, menantang stigma, serta menciptakan praktik yang lebih adil dan aksesibel.

Dr Zoe Lee juga merupakan anggota dewan manajemen EMPOWER, yang mendukung perempuan di dunia akademik. Pemahaman ini penting untuk mewujudkan pendidikan yang setara, aksesibel, dan inklusif bagi semua orang.

Dr. F.V. Lanny Hartanti memiliki hasrat untuk menciptakan lingkungan pendidikan tinggi di mana setiap mahasiswa dan staf, tanpa memandang kemampuan, dapat merasa diterima dan berkembang. Sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Alumni, Inovasi, dan Bisnis di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), ia telah menjadi garda terdepan dalam perjalanan universitas menuju kampus yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Advokasinya dimulai sebagai inisiatif kecil dan berkembang menjadi pendirian Unit Dukungan Disabilitas UKWMS, yang ia dirikan dan pimpin hingga Agustus 2025. Bekerja sama dengan mitra seperti Komisi Nasional Disabilitas, Kedaibilitas, dan Autism Awareness Indonesia, Dr. Hartanti telah membantu mengembangkan jalur inklusif, pelatihan staf, dan dukungan bagi mahasiswa.

Dengan pengalaman akademik dan kepemimpinan lebih dari 20 tahun, ia meyakini bahwa inklusi bukan hanya tentang aksesibilitas, tetapi juga tentang budaya empati, kolaborasi, dan pemberdayaan di setiap sudut kampus.

Debbie Foster adalah Profesor Hubungan Kerja dan Keberagaman di Cardiff Business School. Dia telah terlibat dalam penelitian mengenai penyandang disabilitas dan pekerjaan di Inggris, Eropa Timur, dan China. Sebagai ketua bersama Disability Rights Taskforce Pemerintah Wales sejak 2022, Debbie berperan penting dalam membentuk Rencana sepuluh tahun bagi penyandang disabilitas di Wales. Dinobatkan sebagai salah satu dari 100 Changemakers oleh Komisioner Generasi Masa Depan Wales, Debbie juga masuk dalam daftar Shaw Trust Power 100 untuk penyandang disabilitas pada tahun 2023.

Profesor Nathalia Tjandra adalah Profesor Pemasaran dan Dekan Asosiasi Internasional di Edinburgh Napier University Business School. Dia memimpin pengembangan dan pelaksanaan Strategi Internasionalisasi Sekolah Bisnis di seluruh kegiatan kampus, pendidikan transnasional, dan penyediaan online global. Sebagai peneliti aktif yang berkomitmen pada penelitian berdampak, karyanya mencakup branding, pemasaran internasional dan B2B, keberlanjutan, dan etika pemasaran. Nathalia secara rutin mempublikasikan karya di jurnal yang ditinjau sejawat dan mempresentasikan hasil penelitiannya di konferensi internasional. Dia memimpin proyek dan konsultasi internasional di Inggris, Eropa, dan Asia, serta menyelenggarakan seminar tentang pemasaran, pemberdayaan perempuan, dan internasionalisasi pendidikan tinggi. Dia adalah pemimpin proyek untuk Widya Indonesia dan InSPIRE Network, yang memberdayakan perempuan Indonesia di bidang STEM dan memperkuat kemitraan pendidikan tinggi Indonesia–Skotlandia, didanai oleh British Council.

KEMITRAAN

Mitra Kami

Proyek ini merupakan aliansi internasional bergengsi yang dimungkinkan melalui Program Kemitraan Going Global. Kami menggabungkan ketelitian akademis dari Inggris Raya dan keahlian lokal Indonesia untuk mengatasi tantangan global dalam inklusi bagi penyandang disabilitas.